Kebebasan

 Malam sunyi, malam gelap. Nona pengirim sedang menuliskan surat suratnya tinta merah dengan sair yang indah

"Aku mengirimkan cinta, tanpa harapan. Hanya untuk mengobati rasa sakit itu.Tuan pengantar tidur tak perlu tahu, aku mencintai mu dengan hampa.

Surat yang kukirimkan selalu pulang dengan hati kosong, jiwa yang menangis. Aku tak terluka, akupun tak menyesal. Sebab aku tak mengharapkan apa-apa 

Tuan, cintaku tak dapat terucap. Dalam kesunyian, aku temukan diri, cinta tak terbalas yang menjadi kebijaksanaan.

Aku tak menyesal dan tidak menangis sebab cintaku telah menjadi suatu keabadian. Dalam kesunyian aku kehilanganmu, hal tersebut mengajarkan ku makna kekosongan, kekuatan jiwa. Dan cinta bukanlah perihal kepemilikan. Tapi kebebasan 

Dalam malam hening ini aku menemukan diriku yang masih mencintaimu, dalam hati cinta hanya bermetamorfosis, menjadi kebijaksaan 

Dalam kesadaran, aku menemukan maknanya. Cinta bukanlah keposession, tapi kebebasan. Untuk mencintai tanpa batas. Berbahagialah"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

estetika

Pemakaman