Abadi

 Semesta mempertemukan kita kembali tuan, padahal aku telah berusaha bersembunyi di sudut² terkecil bumi. 

engkau menghampiri ku dan mengungkapkan rasa penyesalan mu atas semua yg terjadi sebelumnya.

Adai kau tau. Tuan bertahun² perpisahan kita yang selalu kupertanyakan pada tuhan kenapa rasa cintaku padamu belum kunjung pudar padahal engkau telah mengkhianatiku. Engkau tau tuan setelah perpisahan itu, setelah aku mengetaui semua yang seharusnya tidak aku ketahui, tanpa ku sadari aku hampir mati dan sampai sekarang aku masih mencari penawar untuk kesembuhanku, aku berkelana di seluru penjuru cinta kata mereka tak ada obatnya. Sampai semesta berbisik padaku bahwa engkau lah penawaran, engkaulah obatnya. Dan kau tau apa yang kulakukan. Aku memilih untuk mati. Aku mencintaimu dan kubiarkan cinta itu menjadi racun dalam diriku, tak peduli engkau berbuat apa padaku jawabannya tetap sama Aku mencintaimu. Namun untuk kembali padamu adalah kemustahilan, kan kubiarkan engkau memilihnya, biarlah aku menjadi buku usang dalam perpustakaan kenanganmu yang abadi. Biarlah kenangan indah itu tak terulang. Tulislah lembaran barumu. Dan matilah aku dalam ingatmu. SELAMANYA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

estetika

Kebebasan

Pemakaman