Tujuan Selajutnya?

Mengasingkan diri saat terluka adalah senjata terbaikku. Rasanya masih sama, harapannya saja yang berbeda. apa tujuan selanjutnya?

Kata apa yang lebih baik dari Kehancuran tuan. air mata yang trus mengalir ataukah air mata yang sudah tak mampu keluar?. pantulan cermin masih sama namun kali ini bayangannya yang tidak ada, entah mengapa awan gemar sekali memperlihatkan kegelapannya. apakah matahari yang enggan muncul ataukah hujan yang sedang gemar-gemarnya membasahi bumi. 

gaun putih yang terpajang sekarang bagai hiasan dinding saja. pada gaunnya menggambarkan harapan akan penantian  cinta si Tuan Pengatar Tidur. Mata tertutup dengan nafas yang tak lagi berhembus.

semua hadirin bertanya, kemana perginya si Nona pengirim. Diam, Sunyi dan Gelap

tubuh kaku itu sudah tak dapat lagi menuliskan puisi cintanya. ia telah bertemu dengan tujuan selajutnya. dunia yang tak memaksanya untuk terus mengerti, dunia yang tak membuatnya mengemis akan dicintai. bukannkah itu kebahagian bagi mereka yang telah dinanti. 

surat selanjutnya akan di antarkan oleh angin. "selamat menikmati kesejukannya, telah ku titipkan pasan padanya agar tidak terlalu membuat mu kedinginan, semoga kau menikmati setiap hembusannya. karena bukan hanya cinta yang ku campurkan dalamnya tapi juga doa-doa". pesan terakhirnya

Dan tujuan selanjutnya mempertemukan si Nona Pengirim dengan rasa baru yang bernama Ikhlas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

estetika

Kebebasan

Pemakaman